Showing posts with label pendapat. Show all posts
Showing posts with label pendapat. Show all posts

Menarik Sih, Tapi Kok... #1

Pernah gak, kalian nyaman bersama seseorang yang bahkan belum lama kalian kenal. Asik dalam topik dan pola pikir yang sama. Sanggup bertahan dengan diri sendiri tanpa harus terkekang rasa sungkan. Tapi selalu ragu ketika akan memutuskan tuk memacarinya.
tato

Menarik sih, tapi kok bertato

Beberapa saat lalu, saya mengunjungi seorang teman. Kebetulan daerah kerja lapangannya cukup dekat dari rumah. Ya lumayah sih, sekitar lima, hmm... lima jarilah kalau dari google map.

Seseorang yang cukup lama saya kenal. Memiliki waktu dan tempat beraktifitas yang hampir sama ketika kuliah dulu. Mulai dari belajar, bermain, belajar bermain, belajar sambil bermain, belajar yang dibuat bermain dan sebagainya. Benar, kami teman se-angkatan dan sempat beberapa tahun tinggal bersama.

Meski begitu, kami bukan teman yang sangat dekat. Bukan yang selalu memaksakan bersama dalam berbagai hal. Bukan pula teman yang sekedar tahu nama atau hanya menjadi tempat membuang salam. Yaa biasa aja.. kami teman, bukan pasangan.

Hari itu menjadi hari paling –merepotkan- dalam seminggu. Dimana mewajibkan melakukan berbagai hal terlebih dahulu sebelum bisa bebas mengunjungi seorang teman. Bangun pagi, sholad, mandi, sarapan, menyiapkan apa yang harus dibawa, ijin ke orang tua, isi bensin, manasin motor. Fiiuuuuuuhhh… sungguh merepotkan.

Setelah segalanya siap, perjalanan pun dimulai. Menyusuri aspal demi aspal. Panas, hujan, mendung ku lewati. Toko demi toko tak ku –ampiri-. Begitu panjang perjalanan itu, namun tak berasa. Mungkin karena motor yang dipacu dengan kecepatan standar, dengan diiringi pikiran yang tak jelas terfokus kemana.

Sempat teringat kenangan saat kuliah. Saat dimana sering bersama teman sebaya. Melakukan berbagai hal tanpa batasan waktu yang ketat. Dimana melakukan sesuatu bersama sangat mudah dilakukan. Tak seperti saat ini.

Cukup lama kami tak bertatap muka dan berbicara secara langsung. Bahkan personal chat pun jarang. Tentu karena kesibukan masing-masing. Dia sibuk bekerja dan saya sibuk memperbaiki kualitas tidur, kebanyakan soalnya.

Perbincangan sering kali hanya melalui grup chat angkatan atau lainnya. Tentu bukan perbincangan dengan kualitas baik karena melibatkan banyak orang. Perbincangan random dengan topik,  pola pikir dan tanggapan yang random pula. Benar, bahasan kami memang seputar ibu-ibu bermatic dan kecoa terbang.

Setelah cukup ribet mencari, akhirnya bertemulah kami. Senang sekali bisa kembali bertemu. Dengan wajah berbinar dan senyuman lebar, menjadi salam pertama kami. Cukup lama tak satupun kata terdengar kala itu, hanya ada mata yang saling bertemu dan telah teralihkan dari pesona lainnya. Jancuks lebay yaa, padahal ketemuan sama cowok juga. Maaf ya, maaf hehee.

Karena datang saat jam kerja, terpaksa harus mengikuti kegiatannya. Ya walaupun cuma ngekor aja sih. Disitu terlihat betapa sibuknya dia. Berusaha mengordinasikan antara pekerja, atasan, warga lokal, saya yang saat itu ada disana dan tentu rokok yang dikonsumsinya sendiri. Semua dikordinasikan agar berjalan sesuai harapan.

Saya ikuti setiap kegiatannya disana. Sambil sesekali kami bergurau atau membicarakan hal-hal tak berfaedah. Sampai pada akhir jam kerja dan kami pun menuju –mess- miliknya. Setelah bebersih dan makan malam, kegiatan kembali diisi dengan gurauan dan perbincangan tak jelas lainnya.

Saat itu, dia bercerita bahwa telah bertemu dengan seorang perempuan. Orang baru yang sebelumnya bukan bagian dari -samudera pertemanan- yang dia miliki. Yaa memang bukan suatu yang mengagetkan sih, tapi tetap menarik tuk diikuti

Mereka bertemu pada sebuah event clothing di Surabaya. Seorang SPG yang mungkin sedang bekerja disana. Mungkin yaa, soalnya sedikit lupa ceritanya hehe. Pokoknya ketemu disana, saling tertarik, tukeran id app chat, gitulah ya seterusnya.

Setelah terjalin komunikasi yang cukup intens, kata dia. Mereka memutuskan bertemu kembali dan melakukan beberapa -kegiatan bersama-. Hmm… agak gimana gitu yaa. Mereka memutuskan bertemu kembali dan melakukan beberapa kegiatan, seperti makan, ngopi, nonton, emmm… yaa semacam itulah pokoknya.

Detik demi detik berlalu, hari demi hari pun berganti. Tanpa terlewat akan kabar satu sama lain. Melakukan -kegiatan bersama-, kerap dilakukan pada waktu-waktu tertentu. Bahkan telah terjadwal rapi pada tiap otak masing-masing. 

Seiring berjalannya waktu, perasaan satu sama lain pun berkembang. Rasa penasaran ketika awal bertemu, kini berubah menjadi nyaman. Dari yang dituntut mencari bahan obrolan, kini telah asik dalam topik dan pola pikir yang sama. Perasaan itulah yang mendorong keduanya sanggup bertahan dengan dirinya sendiri. Mampu menjalani hubungan tanpa berusaha menjadi orang lain. 

Roda kehidupan telah berputar. Yang diatas berganti menjadi dibawah. Semua permasalahan pasti menemukan penyelesaian. Yang sebelumnya tanpa permasalahan, kini mulai muncul permasalahan. Siklus itu pun kini menghampiri mereka. 

Kebahagian yang dirasakan, kedamaian hidup, kini mulai terusik. Bukan karena negara api menyerang, atau kehadiran orang asing. Tetapi karena keresahan masing-masing. Resah akibat meningkatnya rasa satu sama lain. Menjadi pendorong bertambahnya keinginan mereka untuk mendapatkan yang lebih. Yaitu status hubungan.

Pernah tersemat pikiran tuk meningkatkan status hubungan mereka. Dari sekedar teman dekat menjadi pacar. Seseorang yang kelak bisa menjadi pendamping menjalani bahtera kehidupan. Sungguh harapan yang mulia namun tak kunjung terlaksana.

Lantas kenapa tak segera kau tembak saja boy? Celetukku saat itu. Dia hanya menunduk diam, seperti ada yang mengganjal. Pikiranku kemana-mana, melayang tak karuan. Seketika saya terkagetkan dengan tingkahnya yang tiba-tiba berdiri tanpa aba. Berdiri, lalu membenarkan posisi celana dibagian selangkangan. Oh benar ada yang mengganjal, bisikku dalam hati.

Ternyata hubungan itu juga menjadi –momok- baginya. Membuat mereka mengenal dan mengetahui lebih banyak dari yang orang lain tahu. Mulai dari sifat, perilaku, bahkan yang lainnya. Mungkin ini yang dimaksud -berkah datang bersama musibah- menurut orang-orang.

“Ada sebuat tato pada punggungnya,” ungkapnya. “Kau tau kan ortuku seperti apa?” Seorang yang cukup ketat soal perkara agama, jawabku dalam hati. Dia bingung bagaimana harus bersikap ketika nanti ortunya tahu. Kebingungan yang sama denganku pada saat itu. Bingung menentukan tanggapan dan memilih tuk diam.

“Mungkin aku bisa nabung, nanti nyuruh dia buat ngilangin tatonya.” “Tapi, tatonya bentuk tulisan dan itu nama mantannya,” imbuhnya cepat. Pikiranku yang sempat tenang itu kini mulai kembali tak karuan. Berantakan, melayang tak tahu jalan keluar. 

Kenapa sih? Pertanyaan itu yang memenuhi otakku. Dari sekian banyak tato, kenapa sih harus nama mantan? Kenapa gak gambar hewan apa gitu? Singa, naga, macan, kelinci, atau kecoa sekalipun. Kenapa gak gambar tumbuhan? Mawar, tulip, kaktus, atau sepatu. Sebegitu ber-seni-kah nama mantannya?

Kebingungan yang tak mau kutanyakan padanya. Pada seorang teman, pelaku dan nara sumber. Seseorang yang mungkin dalam hati kecilnya juga mempertanyakan hal tersebut. Namun enggan mencari tahu atau menginterview sang pelaku. Entah enggan mencari tahu atau enggan mengetahui sesuatu yang jawabannya sesuai dengan perkiraannya selama ini.

Alhasil, suasana sunyi pun terjadi. Sesekali kami hanya saling memandang dan melempat senyum palsu. Memikirkannya sambil sesekali menghirup -udara segar- dari rokok masing-masing. Memikirkan tanpa berusaha mencari pembenaran.

Mungkin benar kata mereka yang -telah tua-. Kita tidak benar-benar bisa mengatur kepada siapa akan tertarik, merasa nyaman dan jatuh cinta. Kerap kali rasa itu hadir tanpa mengenal waktu, tempat, situasi dan kondisi yang dialami negeri ini

Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Sebagaimanapun menariknya sesuatu, pasti memiliki cacat padanya. Tak jarang cacat itu justru menjadi –penurun- kualitas. Karenanya juga, nilai positif bisa tak tampak atau dilupakan.


Selanjutnya.   >>>

Baca selengkapnya
Menarik Sih, Tapi Kok... #2

Menarik Sih, Tapi Kok... #2

<<<   sebelumnya.


Apa itu tato

Tato merupakan sebuah seni merajah tubuh dengan berbagai macam tema. Tema yang sering digunakan antara lain: tema gambar, symbol, tulisan, foto wajah, foto rongsen, pemandangan dan banyak lainnya. Semua dituangkan pada bagian atas kulit tubuh untuk menjadi karya seni. 

Tato biasa digunakan untuk menunjukkan suatu kebanggaan atau juga peringatan akan suatu hal kepada sang pemilik. Tema gambar dan symbol sering kali digunakan untuk mengekspresikan kebanggan tersebut. Mulai dari kebanggaan tentang suatu negara, faham atau kepercayaan, kelompok belajar, bermain, bergembira Shaaa… Laa Laa… Laa Laaa…

Sedangkan untuk menunjukkan peringatan, sering kali menggunakan tema tulisan. Memilih sebuh kata atau susunan beberapa kata yang mampu menjadi petunjuk atau peringatan akan suatu hal. Tulisan tersebut bisa berupa kata-kata yang memiliki arti khusus bagi sang pemilik dan kelompoknya. Bisa juga berupa kata mutiara, pantangan, sumber harapan, sumber kencono, sri rejeki,  doa ibu, ujaran kebencian. Banyak dan beragam pokoknya yaa.

Saat ini tato sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Muda mudi menjadikannya sebagai media menyokong agar terlihat lebih keren dan eksis. Sah-sah saja tentunya, yaa minimal terlihat cocoklah. Kadang suka gak tega kalo liat yang ketahua maksain pakek tato, kasian, jadi iba ngeliatnya.

Padahal dibalik keindahnya, tato memiliki beberapa dampak negatif bagi kesehatan. Dampak negatif  yang muncul bisa disebabkan dari bahan, proses pembuatan, sampai proses perawatannya. Berikut merupakan dampak negatif menggunakan tato.

Dampak negatif tato

Alergi

Bagi teman-teman yang memiliki kulit sensitif untuk memakai tato. Apalagi yang sebelumnya sudah memiliki alergi kulit. Tinta yang digunakan untuk tato dapat menyebabkan “ruam” pada kulit sensitif.

Raum adalah suatu kondisi kulit yang ditandai dengan iritasi, bengkak atau gelembung kulit. Gejalanya biasa berupa adanya warna merah, rasa gatal, bersisik, kulit yang mengeras atau benjolan melepuh pada kulit. Jika terjadi, segera periksakan pada dokter. Percayalah bahwa tukang tato tak akan mau bertanggung jawab. Mereka akan berkilah bahwa kejadian itu terjadi atas dasar suka sama suka, mau sama mau. 

Infeksi

Infeksi bisa disebabkan oleh tempat dan alat yang digunakan dalam proses pembuatan tato. Hal ini terjadi bila tempat dan alat yang digunakan kurang bersih. Saran untuk yang berniat membuat tato, cari pembuat tato yang proses pengerjaannya dilakukan ditempat ibadah. Karena dapat dipastikan kebersihannya, suci lagi. Tapi kalau ada yaa, kalau adaa.

Selain itu, infeksi juga bisa disebabkan oleh kurangnya perawatan kulit setelah mentato. Sering kali orang melupakannya. Akibatnya kulit gampang mengembangkan berbagai macam infeksi, dan akan berpengaruh bagi kesehatan tubuh. Jadi rawat dan sayangilah kulit, seperti kalian merawat dan menyayangi kulit kalian sendiri

Hepatitis

Dampak negatif lainnya dari pemakaian tato bagi kesehatan adalah penyakit hepatitis. Hepatitis terjadi akibat proses pembuatan dilakukan dengan menggunakan jarum bekas. Jadi bila kalian berencana membuat tato pada bagian tubuh kalian, pastikan proses pembuatan menggunakan jarum baru.

Penyakit lain yang bisa muncul akibat penggunaan jarum bekas adalah HIV AIDS. Besar kemungkinan kalian untuk tertular. Sekali lagi, pastikan menggunakan jarum baru. Walaupun jarum bebas sudah diberi pelindung pun, resiko tertular HIV AIDS akan tetap ada

Sulit donor darah

Bagi teman-teman yang rutin melakukan donor darah, disarankan untuk tidak mentato. karena orang yang bertato tidak bisa mendonorkan darahnya. Walaupun secara fisik dinyatakan sehat. Kecuali bagi orang yang memang berkeinginan menghentikan kebiasaannya donor darah. Mungkin mentato bisa menjadi solusi masalah kalian.

Kenapa orang bertato tidak bisa mendonorkan darahnya? Secara umum, proses pembuatan tato adalah dengan menyuntikkan tinta tato kedalam jaringan kulit. Sehingga memungkinkan tinta masuk ke dalam aliran darah. Yaa bisa dibilang itu menyebabkan darah menjadi tercemar, atau kotor, bau, lengket, berlendir, penuh kuman jahat yang siap menggerogoti tubuh kalian

Penutup

Itulah tadi beberapa dampak negatif yang disebabkan dari mentato. Terlepas dari keindahaannya, banyak yang perlu dipertimbangkan dan disiapkan ketika berencana mentato tubuh kalian. Begitu juga dengan perawatannya ketika sudah mentato.

Satu lagi pertimbangan yang ingin saya berikan. Emmm… “saya ingatkan” ya lebih tepatnya. Sebagai seorang muslim, kita dilarang untuk mentato tubuh kita. Bahkan ada yang beranggapan, bila ditemukan jenazah muslim yang memiliki tato ditubuhnya. Maka keluarga jenazah disarankan untuk menghilangkannya sebelum dikubur.
Baca selengkapnya

Kuliah Lama? Jangan deh! Part II

<<<   sebelumnya


Baik langsung saja, inilah lanjutan dari beberapa hal yang buat "gak enaknya kuliah lama." 
strees kuliah #2

Penyebab Gak Enaknya Kuliah Lama

3. GAK ADA TEMAN

Lamanya proses perkuliahan juga mempengaruhi keberadaan teman. Semakin lama kuliah maka keberadaan teman semakin berkurang. Semakin lama kita kuliah, semakin sedikit juga teman yang kita miliki. Banyak dari mereka yang lulus duluan dan meninggalkan kota tempat kita kuliah. 

Ada yang pergi ke kota lain untuk bekerja disana. Ada yang pergi ke kota asal untuk mencari kerja atau kerja disana. Ada juga yang pergi selama lamanya. Yaa namanya umur, gak ada yang tau yaa…


Banyaknya teman yang telah lulus otomatis mengurangi teman dikampus. Keberadaan mereka yang kian lama makin menipis, tentu merupakan hal yang sangat menyedihkan dan menakutkan.

Sedih karena mereka telah pergi. Dulu yang bisa janjian buat ngampus bareng, sekarang gak bisa. Dulu kalau janjian terus teman kita telat atau batalin, kita bisa marah ke mereka. Beda ketika mereka sudah lulus. Begitu mereka telat atau batalin, kita bisa marah… ke siapaaa…??? Orang sebelah.? Bisa sih… tapi kalo orang sebelah marah balik.? Game Over kita… 

Ujung-ujungnya kita Cuma bisa pasrah. Menerimanya dengan lapang dada. Karena kita harus terima kalau teman-teman kita sudah punya kesibukan yang lain.

Gak ada teman ngampus juga hal yang sangat menakutkan. Dulu yang kemana mana bareng. Terlihat sangar didepan adek tingkat. Berjalan layaknya pemenang perang. Sekarang sendirian seperti anak ilang. Dulu jalan dengan kepala tegak, sekarang lesu kayak orang susah berak. Terlihat cupu dan mengenaskan.

Menipisnya keberadaan teman juga berakibat menurunnya kemampuan pemahaman kita pada materi kuliah atau skripsi. Ketika ada materi yang dibingungkan, salah satu solusi terbaik biasanya dengan bertanya pada teman. Namun semua berbeda ketika banyak teman yang sudah lulus. Kita akan kesulitan bertanya kepadanya. Jangankan bertanya, komunikasi biasa aja sudah jarang. Mungkin bisa dengan cara chating, tapi tentu kualitasnya jauh berbeda ketika bisa Tanya jawab langsung.

4. JADI BAHAN GOSIP

Berdasarkan beberapa artikel yang saya baca, terdapat beberapa alasan kenapa orang bergosip. Beberapa alasan yang paling sering berlaku yaitu karena memiliki waktu luang dan karena menyenangkan.

Sebagai mahkluk sosial, mengobrol merupakan suatu yang sering dilakukan bahkan termasuk yang digemari. Kita sangat suka bercerita atau mendengarkan cerita. Dari sesuatu yang penting sampai sesuatu yang gak penting. Mengobrolkan sesuatu yang gak penting biasa dilakukan ketika memiliki waktu luang.

Dalam kehidupan sekarang ini, dalam memingat suatu hal sering dikaitkan dengan suatu tentang kebaikan atau keburukan. Sama ketika seorang guru/dosen dalam membedakan muridnya. Ada yang mengingat karena pintar, juga karena nakal. yang terkenal dan yang tak terkenal. 

Bergosip juga merupakan kegiatan yang menyenangkan. Walaupun semua tahu bahwa itu merupakan hal yang tidak baik. Namun banyak orang yang tetap melakukannya. Mengomentari seseorang memang lebih mmenyenangkan dari pada dikomentari seseorang.

Ketika kita menjalani proses kuliah yang lama, secara tidak langsung kita sudah masuk pada salah satu penggolongan diatas. Bisa dibilang kita sudah masuk golongan orang yang melakukan suatu hal buruk, mahasiswa nakal dan terkenal. Yaa walaupun itu semua hanya pendapat beberapa orang yang belum tentu kebenarannya. 

Dengan masuknya kita pada golongan tersebut, maka kita sudah bisa menjadi bahan obrolan, cerita, bahkan bahan gosip orang sekitar. Keluarga, teman seangkatan, dosen, adek tingkat dsb. Tidak menutup kemungkinan mereka melakukan kegiatan tak menyenangkan tersebut.

Pada dasarnya gosip bisa kita bedakan antara gosip yang sepele dan yang kelewatan. Yaa namanya gosip kan, belum tentu benar. Tapi tentu ada batas kita bisa memaklumi hal tersebut. Semua tergantung reaksi kita. Mau menanggapinya atau seperti apa.

Jika kalian memilih menanggapinya, hendaknya memikirkannya benar-benar. Pikirkan cara dan tindakan yang tepat. Selain agar semua selesai, juga agar tidak menimbulkan gosip-gosip yang lain. Tentu kalian juga perlu ingat prioritas kalian. Saat ini kalian sedang berusaha untuk lulus, jadi prioritaskan skripsi kalian.  

Terima Kasih

Baca selengkapnya

Kuliah lama? Jangan deh.! Part I

Halo teman semua.
Bagaimana kabar kalian? Semoga selalu baik ya. Bertemu kembali dengan artikel baru saya. Pada artikel ini saya kembali akan memaparkan pemikiran aneh saya berdasarkan pengalaman serta pertimbangan dari sumber-sumber yang lain. Pada artikel sebelumnya, saya pernah memaparkan (enaknya kuliah lama) yang ditujukan kepada para “pejuang kuliah” agar semakin semangat. Berlawanan dengan itu, artikel ini akan membahas gak enaknya kuliah lama yang diharapkan dapat menjadi pembanding dan bahan pertimbangan teman-teman dalam memutuskan pilihan yang tepat. Tidak ada unsur yang bersifat negatif pada artikel ini yang dengan sengaja dituliskan. Namun bila ada pihak yang merasa tidak enak hati, saya mohon maaf.

Seperti yang sudah saya paparkan diartikel sebelumnya, saya kuliah di Malang dan lulus lima tahun. Itu bukan karena saya kurang pintar atau malas, tetapi karena saya adalah orang yang pelupa. Lupa kalo udah kelamaan kuliah gak tamat-tamat. Yaa emang karena bloon sih. Kapasitas otak cuma 125 mb. Mangkanya sering buffering. Baik langsung saja, inilah beberapa hal yang buat "gak enaknya kuliah lama."
strees kuliah #1

Penyebab Gak Enaknya Kuliah Lama

1. BIAYA

Semakin lama kita kuliah, semakin besar biaya yang kita keluarkan. Baik itu biaya kebutuhan kuliah, biaya hidup selama kuliah dan biaya tak terduga lainnya. 

Biaya Kuliah
Mungkin biaya kuliah masih bisa dibuat perhitungannya karena nilainya tetap. Tapi ada juga kampus yang menerapkan kebijakan menaikkan biaya spp agak mahasiswa yang kuliahnya lama semakin ingin cepet lulus. Seperti yang terjadi di kampus saya. Gak tau kalau sekarang.

Biaya Hidup
Biaya hidup bisa dibilang pengeluaran yang sulit diperhitungkan. Mungkin bisa tapi hasil perhitungannya tidak bisa dipertahankan dalam kurun waktu yang lama. Karena selalu mengalami perubahan. Pasti kalian pernah merasakannya, sangat berbeda. pengeluaran yang kita lakukan waktu awal kuliah sampai sekarang. Dulu waktu awal kuliah nasi goreng cuma 8 ribu tapi sekarang sudah 15 ribu. Dulu ngopi cuma tiga ribu, sekarang 10 ribu. Dulu bayar kosan 300 ribu perbulan, sekarang 300 ribu cuma cukup buat listrik, air, wifi kosan perbulan.

Biaya Tak Terduga
Biaya tak terduga bisa dibilang biaya yang sulit diprediksi kehadirannya. Disiapin, gak hadir. Begitu gak disiapin, eh dateng si”kampret”. Random gak bisa diprediksi kayak kecoa terbang. Ngeselin kayak emak-emak naek matic. Datengnya suka gak tepat kayak mantan haha. Biaya tak terduga bisa berupa; biaya nambal ban motor, bayar tilang, bayar parkir, beliin mama pulsa, beliin papa saham, kondangan mantan. Banyak deh ya yang lain. Pokoknya semacam itulah ya.. Maaf susah jelasinnya. si ‘kampret” emang ngeselin.

2. UMUR

Seperti yang kita semua tahu, setiap orang memiliki jatah umur yang berbeda–beda. Ada yang punya jatah sedikit, ada yang banyak. Ada yang cukup, ada juga yang berlebih. Bahkan mungkin ada juga yang gak dapet jatah. Mungkin aja kan.. kita gatau aja..

Umur itu emang kayak roller coster. Terus berjalan kedepan dijalurnya masing–masing.  Kalau udah berhenti, yaudah game over. 

Semakin lama proses kuliah maka semakin tua umur kita sewaktu lulus nantinya. Semakin cepat proses kuliah maka semakin tua juga umur kita sewaktu lulus. Tetap tua yaa.. gak berubah. 

Lalu bagaimana dengan rencana hidup kalian? Umur berapa kalian akan bekerja? Umur berapa kalian berkeluarga? Umur berapa kalian bisa hidup enak dan sebagainya. Pertimbangkan baik-baik semuanya agar kalian tak salah langkah. Ingat..!!! Sering terdapat syarat umur tertentu pada kualifikasi lowongan kerja.


Lanjutan   >>>
Baca selengkapnya

Kuliah lama? Siapa Takut!

Halo teman semua, 
Bagaimana kabar kalian? Semoga selalu baik ya
Bertemu kembali dengan artikel baru saya. Pada artikel ini saya kembali akan memaparkan pemikiran aneh saya berdasarkan pengalaman serta pertimbangan dari sumber-sumber yang lain. Artikel ini ditujukan kepada para "pejuang kuliah" agar semakin semangat menjalani kehidupan kuliahnya dan agar ada hiburan aja buat mereka hehe.
mahasiswa

Tidak ada unsur yang bersifat negatif pada artikel ini yang dengan sengaja dituliskan. Namun bila ada pihak-pihak yang merasa tidak enak hati, saya mohon maaf.

Pendahuluan

Banyak orang menganggap lamanya proses kuliah itu identik dengan kejelekan. Bahkan mungkin kalian juga beranggapan seperti itu. "orang yang kuliahnya lama itu bodoh, malas, madesu, jarang mandi, sempak udah tiga hari gak ganti, bau.... Apalagi..? Banyak deh." mungkin ada benarnya juga, tapi kan gak semua seperti itu. 

Menurut saya, orang yang kuliah lama adalah orang yang keren. Menahkluklah tantangan di ujung tanduk, itukan memacu adrenalin yang tinggi. keren loh. Gak semua orang bisa loh kayak gitu hehe. Saya yang kuliahnya lima tahun, nyesel banget kawan. Harusnya lebih lama lagi, sayang banget. Karena banyak banget enaknya bisa kuliah lama kawan.

Enaknya Kuliah Lama

1. Banyak Pengalaman

    Masa sekolah berbeda dengan masa perkuliahan, dan tentu saja menjadi fase baru perubahan kalian menuju kedewasaan. Mungkin hehe.. Yang dulu selalu di-suapin orang lain, kini berubah "mencerna sendiri." Persoalan yang dihadapi pun bertambah tingkatannya atau rumitnya. Menghadapi orang-orang baru dengan tingkat pemikiran dan pemahaman yang beraneka ragam. Kehidupan perkuliahan yang kalian jalani, sedikit banyaknya akan membentuk diri kalian. Semuanya akan menjadi "pemantap" untuk hidup bermasyarakat selanjutnya.

    Pengalaman setiap orang akan ditentukan oleh tempat dan orang-orang disekitarnya. Tentu antara satu dengan yang lainnya akan ada pembeda, walaupun hidup dijalur/background yang sama. Disinilah keunggulan kuliah lebih lama. Semakin lama kalian menjalani kehidupan perkuliahan, semakin beragamlah pengalaman kalian. "yaa dunia selalu mengalami perkembangan dan perubahan, tidak menuntut kemungkinan persoalan yang sama akan membutuhkan penyelesaian yang berbeda." Mungkin akan terdengar lebih merepotkan atau bahkan sangat merepotkan. Tapi kembali lagi, pengalaman dan kematangan kalian dalam menyelesaikan permasalahan akan lebih terasah dan tentunya lebih bijak. 

    2. Mengembangkan Diri

    Masa perkuliahan akan mempertemukan kalian dengan hal-hal baru. Orang baru, pemikiran baru, kebiasaan/kesukaan baru dan masalah baru. Tanpa kalian sadari, kalian akan belajar sesuatu yang bahkan melenceng jauh dari pembelajaran di jurusan kalian. Itulah manfaat lain yang bisa kalian dapatkan. Bijak sekali... hehe. Masa kuliah adalah saat yang tepat untuk mengeksplor minat dan bakat kalian. Banyak sekali media untuk mengembang diri kalian, mulai dari UKM, organisasi kampus dan luar kampus, komunitas dan perkumpulan-perkumpulan lain.

    Kalian dapat mengasah kemampuan kalian atau bahkan menemukan kemampuan baru. Ingat kawan, masa studi di jurusan bisa menjadi sangat membosankan, dengan mengikuti hal-hal tersebut kalian akan memiliki pembeda sehingga kegiatan kalian tak monoton dan membosankan. Tolak ukur keberhasilan di perkuliahan mungkin berdasarkan IPK, tapi memiliki soft skill akan memberikan kalian nilai lebih. Banyak loh rekruitmen perusahan yang kualifikasinya diwajibkan aktif organisasi/komunitas tertentu. Dan tentu saja, keuntungan dimiliki oleh mahasiswa dengan masa kuliah yang lama. Semakin lama maka semakin banyak waktu untuk menemukan atau memilah media pengembangan diri. Ya tentunya yang sesuai dengan diri kalian.

    3. Investasi Jaringan Kerja

    Jaringan merupakan hal penting yang harus kita perhatikan. Ingat.!! suatu tidak akan berjalan baik tanpa adanya jaringan. Jangan jadi kupu-kupu alias kuliah pulang kuliah pulang, kalian perlu membentuk jaringan pertemanan. Entah dengan teman kuliah, dosen, teman organisasi/komunitas atau bahkan dengan orang lain, "tentunya yang sesuai ya." Dengan itu, akan mempermudah kalian menggali informasi dalam menjalani kehidupan perkuliahan, penyelesai persoalan yang dihadapi dan menentukan rencana hidup kalian selanjutnya.

    Semakin luas pergaulan kalian, semakin banyak pula jaringan yang dapat kalian bentuk. Begitu pula dengan semakin lamanya masa perkuliahan kalian. Kalian akan memiliki waktu lebih panjang untuk mencari atau membentuk jaringan pertemanan. Kalian perlu membentuk jaringan yang baik agar bermanfaat untuk kehidupan selanjutnya. 

    4. Pendapatan Tetap

      Meski belum berpenghasilan, seorang mahasiswa memiliki pendapatan tetap. Apakah itu? Benaar... Uang saku haha. Biasanya kita dapatkan rutin setiap awal bulan. Udah kayak gaji kan haha. Semakin lama kalian kuliah, semakin lama pula kalian dapat pendapatan tetap. Kurang enak apalagi cobak haha.

      Mungkin kalian berfikir "ngapain ngandelin uang saku dari ortu, mending cepet lulus terus kerja, dapet penghasilan sendiri." Yaaa pemikiran yang wajar memang dan semua juga maunya kayak gitu. Tapi kalian juga harus realistis kawan. "Gak semua yang kalian inginkan selalu terwujud. Gak semua yang kalian rencanakan selalu berjalan lancar." Jadi pikirkan semua sampai matang. Dengan kuliah lebih lama, kalian akan memiliki waktu lebih dalan menentukan dan memikirkan rencana hidup kalian tanpa kuatir persoalan finansial kalian hehe.

      5. Bersyukur

      Mendapat kesempatan mengenyam pendidikan di Perguruan Tinggi merupakan harapan banyak orang. Tidak semua orang memiliki kesempatan seperti itu, jadi bersyukurlah kalian yang dapat kuliah. Udah enak dikasih nikmat bisa kuliah, malah minta pengen cepet lulus, dapet IPK tinggi, dapat kerjaan enak dengan gaji wow. Jangan egois gitulaah. Ingat kawan, kehidupan itu seperti roda, kadang diatas kadang juga dibawah. Belum tentu kalian mendapat keberuntungan dua kali, jadi syukuri aja dan nikmati prosesnya hehe. Contohlah mahasiswa yang masa kuliahnya lama. Mereka menyukuri nikmat itu dan menjalaninya tanpa beban hehe.


      Penutup

      Itulah lima keuntungan yang dimiliki mahasiswa dengan masa kuliah yang lama. Bagaimana kawan, Masih takut buat kuliah lama? Saya minum duaaa... hahahha. Demikian artikel kali ini, semoga ada manfaatnya ya haha. Saya tekankan lagi, artikel ini ditujukan bagi teman-teman yang sedang berjuang menjalani perkuliahan agar lebih semangat. Bila kalian memang merasa lebih enak kuliah cepat, ya lakukan saja. Jalani semua yang kalian yakini dan kalian iniginkan kawan hehe. Mohon maaf kalau ada yang tidak berkenan, saya hanya berpendapat. Sampai bertemu di artikel selanjutnya.
      Daaah

      Baca selengkapnya

      MERDEKA...!!! atau MERDEKA...???

      Halo teman-teman,
      Bagaimana kabar kalian? Semoga selalu baik.
      Pada tulisan ini, saya ingin menambah "beban pikiran" kalian terkait sesuatu yang saya bingungkan. "Biar kebersamaan diantara kita tetap terjaga hahaseek." Mungkin kalian akan merasa aneh bahkan bingung, "ini blog kok gini?" "yang lain ngasih trik/tips, kok ini ngasih beban?" "apa bloggernya sakit?" "baru belajar bikin blog kok udah sakit." Tenang kawan, "kalian tidak sendiri, saya juga bingung hahaha." Tapi nggakpapa ya, dari pada kalian gak ada bacaan haha. Okee kita mulai aja yaa...

      Pendahuluan

      Beberapa saat yang lalu, tepat 17 agustus 2017 kita merayakan ulang tahun Indonesia tercinta. Sudah 72 tahun usia negeri tercinta kita.
      berjuang

      Bagi manusia, usia 72 tahun mungkin merupakan usia yang terbilang cukup. "cukup tua haha." usia dimana seseorang bisa dibilang "memiliki banyak pengalaman hidup, pengetahuan dan kedewasaan yang luar biasa." Tapi bagi suatu negara? Apakah bisa disamakan?

      Saat ini banyak perbedaan pendapat soal kemerdekaan negara kita. kalian juga pasti sudah mengetahuinya, 'kalau ada yang belum tahu, yaa ini saya kasih tau." Kejadian ini benar-benar terjadi teman. Terlepas dari pertimbangan serta sumber informasi yang mereka dapatkan, banyak yang beranggapan negara kita belum sepenuhnya merdeka. Seperti gambar yang tersebar di internet atau yang biasa disebut meme. Banyak meme beredar dengan ucapan "Merdeka Itu Omong Kosong"|"secara ekonomi, sosial, politik masih dijajah"| "merdeka kok masih banyak yang kelaparan dan kemiskinan" dsb.

      Setelah kalian tahu, lalu bagaimana menurut kalian? Menurut pendapat kalian, saat ini Indonesia "Merdekah...!!! atau Merdeka...???

      Merdeka...!!! atau Merdeka...???

      "Merdeka...!!!" merupakan suatu kata dengan tanda baca yang menunjukkan seruan untuk menunjukkan perasaan atau suara tinggi (wiki). Sedangkan "Merdeka...???" merupakan suatu kata dengan tanda baca yang menunjukkan pertanyaan (wiki). "ini sekedar informasi untuk yang belum tahu atau belum sadar ya haha."

      Menurut kbbi, kata  merdeka memiliki arti bebas (dari perhambaan, penjajahan, dan sebagainya); berdiri sendiri; tidak terkena atau lepas dari tuntutan; tidak terikat, tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu; dan juga berarti leluasa. Menurut kalian secara arti kata saja, saat ini Indonesia "Merdekah...!!! atau Merdeka...???

      Sebelum kalian memutuskan, akan saya berikan pertimbangan lagi. Berikut merupakan data kondisi Indonesia yang saya dapatkan dari web Badan Pusat Statistik Indonesia. Menurut data hasil proyeksi penduduk tahun 2010, jumlah penduduk Indonesia tahun 2017 sebesar 261.890,9 ribu jiwa. Pembangunan manusia terus mengalami kemajuan dengan meningkatnya indeks pembangunan manusia (IPM). Pada tahun 2016 IPM mencapai 70,18 merupakan kategori yang tinggi. Jumlah penduduk miskin pada maret 2017 sebanyak 27,77 juta jiwa. Jumlah penganguran pada februari 2017 sebanyak 7,01 juta jiwa. Tingkat pengangguran tertinggi terdapat pada lulusan SMK yaitu sebesar 9,27 juta jiwa. Penduduk usia 15 tahun ke atas yang bekerja menurut pendidikan pada februari 2017, jumlah tertinggi adalah pada lulusan SD ke bawah yaitu sebesr 52,59 juta jiwa.

      Inilah kondisi negara kita kawan. Kondisi Indonesi berdasarkan data yang diterbitkan instansi pemerintah. Lalu bagaimana menurut kalian, saat ini Indonesia "Merdekah...!!! atau Merdeka...???"

      Penutup

      Dari tulisan diatas dapat kita simpulkan bahwa, negara tercinta kita "sudah merdeka" kawan. Kebebasan perpendapat, berekspresi dan mendapatkan informasi sudah kita rasakan. Mungkin yang berbeda hanyalah tingkat "merdeka"nya. Bingung ya? haha saya juga bingung ngomongnya. Contohnya seperti ini, dua orang pekerja mendapatkan upah kerja sebesar 3 juta, yang satu merasa puas dan satunya belum puas. Atau mungkin seperti, sebagian orang menilaimu ganteng/cantik, tapi sebagian yang lain menganggapnya tidak. Persepsi tiap orang memang berbeda, jadi bila kalian menganggap Indonesia belum merdeka, apa yang akan kalian perbuat agar Indonesia bisa merdeka sesuai dengan makna merdeka yang kalian impikan?

      Sekian yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat. Terima kasih untuk teman-teman yang sudah mampir dan sampai bertemu di artikel berikutnya.
      Daah....
      Baca selengkapnya

      Translate